Dua kali seminggu kami belajar bahasa Belanda bersama Mevrouw, begitu kami memanggil ibu guru kami.
Fakta pertama : Kamus bahasa Belanda. ‘op’ berarti ‘di’ dan ‘of’ berarti ‘atau‘.
Fakta kedua : Mevrouw, londo abiss.
Fakta ketiga : Pak Asep (samaran), nyunda abiss.
Kalo udah sesi membaca, chaos.
Pak Asep : “…een person op twee personen?” (seorang atau dua orang?)
Mevrouw : “of.”
Pak Asep : “op.”
Mevrouw : “offf…”
Pak Asep : “oppp…”
Mevrouw : “fffeh…fffeh!”
Pak Asep : *membasahi bibir* “fffeh…fffeh!”
Mevrouw : *cerah* “Goed! Of!”
Pak Asep : “Op.”
-
-
-
-
Kalau sudah begini,
lebih baik kami sembunyi di balik modul masing-masing sambil…
ndrengezz!
Papah ulang tahuuun. Bukan papahku tapi papah-nya Yik 
Sudah 47 tahun aja nih si om, tapi ga keliatan kok, hehehe.
Yik biarpun dodol sayang lho sama Papah. Dibelinya cake bertabur meisjes ples lilin.
Dihantarkannya pagi-pagi, kejutan manis untuk Papah di awal hari.
Surprise!!!
Papah bengong.
“Yik, naha* papah ulang tahun ke-7 ??”
“Maap, Pah angka empat-nya enggak nemu”, kata yik riang.

bujuq dah, Papah jadi anak SD (tapi bekumis) haha…
Papah meniup lilin sambil berkaca-kaca.
Batinnya: dulu teh udah tirakat mutih 40 hari, tapi,
naha* Gusti, anakku… <=== tak mampu melanjutkan. Hueheuehe.
Enggak ding, Papah berkaca-kaca karena terharuuu. Anak gadisnya sooooo switch suit sweeet!
*naha = kenapa (bhs sunda)
Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada setelah lelah seharian bekerja, kita punya waktu luang untuk meluruskan punggung, menghirup minuman favorit dan membaca buku ‘ringan’ yang bagus. Jiwa yang lelah perlahan terobati dan menjadi lebih gembira sesudahnya. Dari banyak buku yang cocok menemani saat-saat rehat, aku merekomendasikan buku satu ini!. Lucuu, Gokil, Kocak daaaan setelah menamatkannya, aku jadi lebih bersyukur punya kantor, bos dan teman-teman yang baik
.

My Stupid BOS. Bagi yang sudah mengikuti ceritanya di chaosatwork.blogspot.com, pasti pengen buku ini kan? yakin? pasti? are you sure? halo? halo? hahaha…
Baiklah keblug mau memberi kado istimewa, satu eksemplar buku My Stupid Bos, gratis. Caranya masih sama seperti mendapatkan Miiko gratis. Komentator ke 27!
Buku masih gressbang, cuma sekali dibaca. Dan karena keblug ‘doyan ngegeratakin kamar tapi ga pernah tega bikin buku lecek‘ terkenal sejak 1989 (halah!? hehe…) bukunya dijamin masih OKE. 
Tags:
Buku gratis,
My Stupid Bos
Memulai langkah awal. meningalkan zona nyaman. menjalani bermacam peran dalam satu waktu. peran-peran yang menuntut kesabaran tinggi. terkadang rasanya ingin menyerah saja.
Meski bicara tentang usaha bukan sesuatu yang baru dan untuk bidang yang berbeda aku sudah menggeluti sejak 2008 yang alhamdulillah mulai ‘berbuah’, tetapi untuk yang satu ini susaahnya minta ampun!
*mulai deh manja! hehehe…
Aku bersyukur memiliki sahabat bagai Arai bagi ikal. Penerang di kala remang. Tahu aku sedang patah semangat tanpa banyak cing cong, dia meminjam buku milik kami berdua.
Aku pikir, dia mau ngapain sih? audit? Ee, ternyata waktu buku itu dkembalikan, aku mengenali tulisan tangannya menghiasi lembar demi lembar, satu buku penuh. Tulisan tegap penuh semangat. Berisi untaian-untaian kata indah dari buku inspirator kami berdua The Power of Kepepet. Waaaa so sweeet!!

Kondisi Kepepet adalah motivasi terbesar di dunia.
Ketakutan hanyalah bayangan, hadapi untuk mengalahkannya.
Jika kita berharap sesuatu akan menyakitkan pada diri kita, maka hasilnya bisa benar-benar menyakitkan.
Kesuksesan anda tidak bisa dibandingkan dengan orang lain, melainkan dibandingkan dari diri anda sebelumnya.
Tidak ada rahasia untuk menggapai sukses.Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras, dan mau belajar dari kegagalan.
Impian tanpa batasan waktu pencapaian, hanyalah angan-angan saja!
Jangan pernah menunda sampai hari esok, apa yang dapat anda kerjakan hari ini.
Apapun bisnisnya, mulai adalah lebih baik daripada mikir terus.
Setiap usaha itu bagus, asalkan kita tekuni dengan serius dan jalankan dengan benar maka usaha itu akan berbuah lebat.
Yang penting melangkah! Jangan menghitung rejeki pengusaha dengan ‘kalkulator’ karyawan, enggak akan ketemu! Banyak orang bilang, “tidak masuk akal”. Menurut saya, “akalnya yang belum masuk.”
Bangkrut bukan berarti kiamat, tapi kiamat pasti bangkrut. Selama belum kiamat, jangan takut bangkrut!
Kegagalan sesungguhnya adalah ketidakberanian untuk mencoba.
Cari Jalannya. Jika buntu, ciptakan jalan baru.
Pengusaha tidak harus pintar, tapi pintar cari orang pintar.
Seringkali pintu peluang terkunci. Anda harus mengetuk-ngetuk, mendobrak ke samping kiri, kanan, depan, belakang, atas, bawah sampai pintu terbuka.
Tidak ada orang yang tak memiliki bakat bisnis, adanya hanya orang yang tak mau bekerjasama.
Jarak antara anda dan dunia pengusaha hanyalah 1 langkah, yaitu ACTION!
Banyak orang tanya, “Bisnis apa yang bagus?” jawabnya, “bisnis yang dibuka adalah bisnis yang bagus, bukan dipertanyakan terus!”
Dibutuhkan extra-kreatifitas, pertambahan knowledge untuk menghadapi perubahan dan persaingan.
Spirit untuk tetap bergerak dan bangkit dari kegagalan.
99,99% orang mengeluhkan modal sebagai ganjalan mereka mulai usaha. Masalah yang sebenarnya adalah: Tidak Punya Keberanian.
Mantaf Gan! Makasih Ulan!
Team kami punya langganan warung sop iga. Semenjak demam Jaihoo udah lewat, tiap makan bareng ke sana, rasa sop iga entah mengapa jadi lebih maknyuuuss!!
Team : *memandang sop iga yang sedang dihidangkan dengan penuh selera.
Yik : “Ehm,”
Team : “…”
Yik : “Betapa hatiku takkan pilu…”
Team : “Gusti…” *pilu
orang mo makan mah bedoa dulu, cuma die nyang mengheningkan cipte
Yik : “…telAAh gugur pAhlawankUU…”
Ulan : “Yik! nya-nyi JAI-HO a-ja gih!”
Yik : “Emang mbak ulan ga sedih ya ditinggal para pahlawan??” *innocent
Duileee… sop iga hari itu tiba-tiba berasa nyesek!
Episode ‘Paduan Suara’
Yik : “Waktu kuliah Yik ikutan paduan suara, Teh.”
Keblug : … *ga percaya tapi nahan lidah
Yik : “Gini nih.. ‘Apuse..se.. se.. kokondao.. ow.. ow…’ ”
Keblug : *ingin melarikan diri
Yik : “Yik dapat bagian nyanyi ’se..se..‘ sama ‘ow…ow…’ aja.”
Keblug : *ngikik bersyukur
Episode ‘Jai Ho Remix’
Beberapa waktu yang lalu Yik tergila-gila OST slumdog milionare JAIHO. Sepanjang hari dia bernyanyi Jai hoo… jaihoo… gtu terus, sampe gw ngancem mo ngejual si Yik klo kagak mo diem. Yik-nya cuek. Jaihoo Jaihoo…
Aku cemberut. Dia ganti pamer ke Ulan, temenku yg lain.
Yik : “Jaiho enak lho mbak Ulan, Jaihooo Jaihoo…”
Ulan : “…”
Yik : “Apalagi versi remix. Ada Kuch-kuch hota hainya juga. Digabung gitu.
Jaihoo Jaihoo… Kuch-kuch hotahai… NENG NONG NENG NONG!”
Ulan : *menatap siyok! Remix? NENG NONG NENG NONG?
Keblug : “Buahahahahaha….”
Episode ‘Patah hati’
Yik : (dalam sesi curhat) “…sakiiiiit hati ini, nyeriii… mo bunuh diri rasanya”
Keblug : “gih!”
Yik : “…tapi jangan sampe mati…”
Keblug : (_ _!)
Episode ‘Sakit gigi’
Yik : “Pokoknya, paling ga enak sakit gigi!”
Team : “kenapa?”
Yik : ”ga pernah ada yang njenguk.”
Team : “Haha…” tertawa iba
Setelah tiba-tiba kelimpungan karena Miiko 17 dan 18 menghilang dari gramedia, tak diduga duga, aku menemukannya juga di… Yogya CIMAHI!! cihuiiii Miiko-ku sudah kompleet sampe 21

Saking girangnya, aku juga beli Miiko 19, yang ternyata di rumah sudah ada. walah, double deh

Jadi, supaya ga mubadzir, mau ku kasih ke temen aja deh, ya kamu orangnya!

Tentu yang masih bersegel!
Caranya gampang. Jadilah komentator ke 27!
kenapa harus 27? ga tau juga, angka itu nongol geto ajah.
Biar adil, pakai syarat yaa…
2 komentar berturut-turut adalah SAH!
komentar dari orang yang sama, asal ga berturut-turut adalah SAH!
komentar dari keblug adalah SAH!
dan…
*ongkir ditanggung pemenang yaa pren hehe… (FYI Bandung-Bandung 4000 perak, Bandung-Jakarta 7500 perak)
jadi pertimbangkan juga harga Miiko 15rb-an. Okeeh!
klo mo ambil langsung juga mboleeeeh… 
I love you pull
Apdet:
Menanggapi pertanyaan2 yg muncul.
Miiko ini komik serial ga bersambung. Jadi bisa dibaca acak. Dan satu komik terdiri dari beberapa cerita tamat 
Mirip komik Doraemon geto
Tags:
Kado Istimewa,
komik gratis,
Miiko,
Miiko 19
Bergunjing.
Orang-orang bergunjing. Tentang seorang wanita yang merengek di kaki suaminya. Suaminya bergegas pergi. Anaknya menatap bisu. Itu 20 tahun yang lalu.
Hari ini orang-orang bergunjing. Tentang seorang anak yang merengek di kaki bapaknya. Bapaknya bergegas pergi. Ibunya menatap bisu.
Ibu itu, anak yang menatap bisu 20 tahun yang lalu.
Cerita diatas adalah karya pertamaku yang mengikuti pakem fiksi mini. Dibuat karena jatuh hati dengan postingan2 fiksi mini karya mas Agus Noor (salah satu dari segelintir sastrawan Indonesia yg karyanya sudah bertebaran dimana-mana
) Simak saja salah satu karyanya yg menurutku imajinatif, ending tak bisa ditebak, pula ‘nakal’
Api Sinta
Sinta berdiri di tepi api penyucian yang berkobar. “Masuklah..,” ujar Rama.”Bila kau belum terjamah Rahwana, api itu akan menyelamatkanmu.”
Sinta menatap pangeran tampan itu dengan mata berkaca-kaca, sebelum akhirnya terjun dalam kobaran api. Semua yang hadir begitu lega ketika menyaksikan api itu perlahan padam: tubuh Sinta tak terbakar.
Hanya kedua payudaranya yang gosong.
Fiksi mini, menurut definisi beliau adalah ‘fiksi dengan kata tidak lebih dari 50kata, ada jg yg masih toleran bila jumlahnya 100kata‘. Bahkan penulis kaliber Ernest Hemingway cukup menuliskan :
For sale: baby shoes, never worn.
Enam kata!. Salah satu karya terbaik Hemingway yang lahir karena Ernest bertaruh dengan rekannya: bahwa ia mampu menulis novel lengkap dan hebat hanya dengan enam kata.
IT IS!! Singkat, jelas, padat, dan membekas lama karena menyisakan sesuatu yang ‘menggantung’ yang harus dijawab bukan oleh tuturan penulisnya, tapi oleh imajinasi pembacanya.
Hanya saja, karena keterbatasan kata yang digunakan dalam sebuah fiksi mini, rasanya agak-agak rancu dengan sebuah puisi.(Terus terang, membingungkan)
Syukurlah, (waktu pertama aku blogwalking belum ada) akhirnya mas Agus menyempatkan diri untuk menulis sebuah postingan yang mengulik habis fiksi mini. Fiksi mini menyuling cerita menyuling dunia. Postingan ini tidak saja menjawab cara membedakan sebuah fiksi mini dengan puisi, tapi juga sejarah fiksi mini, namanya di berbagai penjuru belahan dunia, dan cuplikan fiksi mini penulis2 senior lainnya. Penjelasannya sangat jelas dan mencerahkan.
Dan kalaupun ternyata masih ada yg ingin ditanyakan atau didiskusikan, jangan ragu2 untuk mengontak mas Agus, beliau sangat welcome dan supporting kita untuk tetap bersemangat menulis, sekalipun kita seorang newbie dengan karya acak adut
<== newbie itu gw maksutnye. Pertanyaan2ku dan juga ‘bergunjing’, tidak saja langsung dijawab keesokan harinya, tapi juga diedit dan didukung!
Ada suprise, dan imajinasi, dalam fiksi minimu itu: kita bisa membayangkan adegan incest dalam keluarga itu, sesuatu yang mendebarkan, yang mengerikan, dalam cerita yang sependek itu. nah berarti sudah ada kekuatan dalam fiksi minimu itu.
Tinggal kamu belajar cara berbahasa yang efektif. Singkat padat, tapi luas dan imajinatif. karena itulah prasarat utama fiksi mini: ringkas, tangkas, tapi cerdas dan seperti hamparan imajinasi yang luas.
AN
Beliau sangat membumi deh. So, selamat membaca, selamat berkenalan dengan fiksi mini, dan selamat berimajinasi…
Bunda
Subuh jam lima pagi, gadis kecil berwangi sabun menyongsong wanita berok mini, bermake-up tebal dan nampak kelelahan.
“Bundaaa…”, lantas mereka berpelukan lalu berciuman lalu tertawa. Haru.
Ada memar membiru di leher bundanya. Juga jakun.
Ahh gilaa, berminggu-minggu tidak apdet karena kesibukan yang bejibun (alesan…alesan…). Harus bagi-bagi perhatian ke kantor, ke misoa, ke kerjaan sampingan, ke temen-temen. Jadi klo ada waktu dikiiiit aja, dipake bobok laah haha, keblug gitu lho. Apa lagi si emak datang, berlebaran di Bandung critanya.
Ini pertama kalinya emak dateng berkunjung ke Bandung (lagi) setelah daku menikah n pindah rumah. Membawa oleh-oleh yang cuma seorang ibu bisa kepikiran. Mangga, bawang merah, bawang putih, daun salam dan rempah-rempah, kecap sampai keukeuh mau bawa parutan (yang terakhir aku tolak cepet-cepet, ugh marut! mending beli di selepan hehe…) Dan pertama kali pula aku dan emak sholat idulAdha di sebuah masjid perumahan. Kesan pertama, ruamee!!
Ruame dengan anak-anak kecil. Maklumlah namanya juga perumahan baru, di perkotaan pula, biasanya isinya pasangan2 muda dengan 1-3 anak yang ga lebih dari 12 tahun. Aku duduk sebaris dengan emak dan seorang ibu muda dengan dua anak yang masih balita (emak ditengah-tengah). Dua balita itu lucu-lucu, kakaknya laki-laki, dan adiknya perempuan (giginya cuma dua hehe). Aku sih ga terlalu merhatikan mereka, malah sibuk ngeliatin kawat gigi mbak2 didepanku yang sedang menggosip, sampai emak towel-towel dan bisik-bisik, “eh, liat… liat…,” emak menunjuk ibu disebelahnya dengan sembunyi-sembunyi. Aku ngelirik, ibu muda itu sedang mengangkat tangan kanannya didepan si kakak, jari tengah, manis dan kelingking-nya mencuat, sedangkan telunjuk dan ibu jarinya mengatup pelan-pelan.
“Ngapain dia mak?”
“Ngajarin anaknya… ”
“Hah!”, aku memperhatikan lebih lama, sunyi…
Tiba-tiba si kakak tereak “ibuuu, ibuuu, itu mbek, itu MBEEK!!” dan si ibu kembali mengangkat tangannya dengan telunjuk dan ibu jari mengatup pelan-pelan, kali ini sambil berbicara tanpa suara “pelan-pelan ngomongnya”. Sabar banget itu ibu! Dan si kakak juga patuh.
emak nyeletuk “ngerti?”
“ho oh”
“hehehe… ibu itu ngajarinya lucu juga. dan bener, ngajari anak ngomong pelan-pelan ya harus ngasih contoh dengan ngomong lembut!”
halah si emak kayak yang ngomongnya lembut aja :p
Eh ladalah si kakak tereak-tereak lagi, maklumlah namanya juga anak-anaknya. Tapi kali ini ibunya sedang repot mengelap wajah adiknya yang belepotan makanan jadi sementara ngebiarin si kakak.
Dan rupanya emak menyadari banget untuk tidak melewatkan kesempatan beraksi. Dia memandang si kakak, mengangkat tangannya (ala tukang sulap),daaaan… mengatupkan telunjuk dan jempol dengan pelan (tak lupa mencuatkan jari2 yang lain).
Alamakjak!! oma-oma gila!
Cep! si kakak langsung diam!!
Emak towel2 diriku, masih tetap memandang si kakak tampak takjub “‘eeehh berhasil…berhasil…!”
buahaha… ya iyalaah jangankan si kakak yang langsung nginyem, aku aja bengong.
Sadar-sadar aku dan emak sudah cekakak cekikik kecil. Eeee si ibu menoleh. Kok ya bisa barengan aku dan emak menghapus cengiran dan menggantinya dengan senyum sopan (si emak malah basa-basi nanyain umur si kakak, halah!
). Tapi waktu ibu itu ngadep anak-anaknya lagi, kita ya cekikik lagi, semakin keras aja, jadi aku mengatupkan telunjuk dan jempol di depan idung emak, “ga mempan” adalah jawaban emak, hahaha.
ehm ehm, inti postingan ini adalah, keblug sedang sibuk… doakan semua lancar yaa…
Hai hai, buat kamu yang mau jalan-jalan ke spore dan sedang mengumpulkan informasi, disini aku mau sharing pengalamanku, tapi karena aku juga pemula, lebih dan kurangnya tulisan ini mohon maklum ya. Semoga bermanfaat
Hal yang musti disiapin pertama kali sebenernya paspor kali yaa, tapi kalo kami-kami ini kebalik, tiket pesawatnya yang duluan hehe…
Trik untuk mendapatkan harga special pake telor yaitu dengan membooking tiket jauh-jauh hari plus selalu memantau promo-promo yang ditawarkan maskapai yang melayani route ke Spore.
Ok, jauh-jauh hari itu artinya bisa jadi hari H minus 4bulan hahaha…lama memang, tapi dibikin enjoy aja, itung-itung memberi waktu untuk menumpuk ‘bekal‘, mencari info, mengurus paspor dan apartemen. Dan asli, mendapat tiket murah itu kepuasannya tak terkatakan. Bdg-Spore-Bdg total yang kita bayar hanya 350.000 perorang! Hoki!
*bisik-bisik, inilah alasan utama knp kita beli tiket duluan baru mikir bikin passpor, soalnya niat pertama sih kami mo ke dufan. Tiba-tiba dapet info kursi gratisan di maskapai ini, spontan langsung banting setir hihihi
Langkah kedua (yang secara teori seharusnya langkah pertama) Menyiapkan dokumen.
Satu, paspor. Ngurus sendiri aja, cuma 270rb sekian (bikin ke agen harganya 2x lipat).
Dua, fotokopi NPWP dan KTP. Dua fotokopi ini nantinya diserahkan di loket fiskal biar kita masuk sporenya GRATIS!! wkwkwk… kalo lupa belum potokopi, sante aja, diloket yang sama, dia menyediakan layanan potokopi kok (1000perak/lembar). Ohya sisipkan 75.000 di dompet untuk airport-tax.
Langkah ketiga, booking penginapan.
Penginapan di Spore tersebar dimana-mana. Pilihannya juga beragam, hotel-hotel di pusat keramaian (temen aku nginep di salah satu mall, tapi lupa lagi di mall mana, nanti deh klo ada yg mo nanya, aku bantu nanyain), backpacker hotel (sempat melihat di daerah Chinatown), capsule-room (denger-denger di daerah Orchard Rd tapi belum pernah lihat sendiri), atau apartemen.
Karena kami-kami perginya banyakan, temen-temen memutuskan, apartemen lah yang paling ideal untuk tempat kami berteduh (syaah!). Selain bisa memanfaatkan dapur untuk masak sendiri (irit-irit-irit), apartemen ini bisa menampung banyak kepala sekaligus, jatuhnya MURAH!!
Untuk 3hari 2malem, kita cuma perlu keluar uang S$60 per orang. Ehm, ehm, asyik kan?
Apartement kami tempatnya enak, karena deket dengan Novena Square2 (deket pusat kota), deket akses MRT dan pemiliknya orang indonesia yang sumpaah ramah bangeeed. Alamatnya Casa Irrawaddy, Irrawaddy road no 61.
Depan Novena Square ada pertigaan, belok kiri. Irrawaddy Rd.

Novena square

Irrawaddy road

Casa Irrawaddy

Tampak depan Casa Irrawaddy
huaah itu keblug!! *nunjuk-nunjuk yang bajunya se-tema dengan web ini
)
Warning! depan casa Irrawaddy ini ada pentagonnya Spore. Ati-ati klo taking picture di daerah ini!!.
Naaah, sudah semua? Ayo, packing!
Sekedar masukan buat packing:
Spore terletak di daerah pantai, udaranya mirip-mirip Jakarta lah. Packingnya cukup baju2 tipis dan casual. Jaket optional buat jaga-jaga klo ga kuat AC pesawat (seperti dirikuh :”>). Payung wajib untuk bulan-bulan ini karena sedikit2 ujan, trus panaas terik. Terakhir jangan lupa alas kaki yang nyaman. Buat persiapan jalan kaki kemana-mana sampai gempoooor! hahaha…
Next blogging, MRT Singapore.
Tags:
casa irrawaddy,
irrawady road,
jalan-jalan murah,
novena,
passpor,
singapore,
tiket murah
« Previous Entries