Episode ‘Paduan Suara’
Yik : “Waktu kuliah Yik ikutan paduan suara, Teh.”
Keblug : … *ga percaya tapi nahan lidah
Yik : “Gini nih.. ‘Apuse..se.. se.. kokondao.. ow.. ow…’ ”
Keblug : *ingin melarikan diri
Yik : “Yik dapat bagian nyanyi ’se..se..‘ sama ‘ow…ow…’ aja.”
Keblug : *ngikik bersyukur
Episode ‘Jai Ho Remix’
Beberapa waktu yang lalu Yik tergila-gila OST slumdog milionare JAIHO. Sepanjang hari dia bernyanyi Jai hoo… jaihoo… gtu terus, sampe gw ngancem mo ngejual si Yik klo kagak mo diem. Yik-nya cuek. Jaihoo Jaihoo…
Aku cemberut. Dia ganti pamer ke Ulan, temenku yg lain.
Yik : “Jaiho enak lho mbak Ulan, Jaihooo Jaihoo…”
Ulan : “…”
Yik : “Apalagi versi remix. Ada Kuch-kuch hota hainya juga. Digabung gitu.
Jaihoo Jaihoo… Kuch-kuch hotahai… NENG NONG NENG NONG!”
Ulan : *menatap siyok! Remix? NENG NONG NENG NONG?
Keblug : “Buahahahahaha….”
Episode ‘Patah hati’
Yik : (dalam sesi curhat) “…sakiiiiit hati ini, nyeriii… mo bunuh diri rasanya”
Keblug : “gih!”
Yik : “…tapi jangan sampe mati…”
Keblug : (_ _!)
Episode ‘Sakit gigi’
Yik : “Pokoknya, paling ga enak sakit gigi!”
Team : “kenapa?”
Yik : ”ga pernah ada yang njenguk.”
Team : “Haha…” tertawa iba
Setelah tiba-tiba kelimpungan karena Miiko 17 dan 18 menghilang dari gramedia, tak diduga duga, aku menemukannya juga di… Yogya CIMAHI!! cihuiiii Miiko-ku sudah kompleet sampe 21

Saking girangnya, aku juga beli Miiko 19, yang ternyata di rumah sudah ada. walah, double deh

Jadi, supaya ga mubadzir, mau ku kasih ke temen aja deh, ya kamu orangnya!

Tentu yang masih bersegel!
Caranya gampang. Jadilah komentator ke 27!
kenapa harus 27? ga tau juga, angka itu nongol geto ajah.
Biar adil, pakai syarat yaa…
2 komentar berturut-turut adalah SAH!
komentar dari orang yang sama, asal ga berturut-turut adalah SAH!
komentar dari keblug adalah SAH!
dan…
*ongkir ditanggung pemenang yaa pren hehe… (FYI Bandung-Bandung 4000 perak, Bandung-Jakarta 7500 perak)
jadi pertimbangkan juga harga Miiko 15rb-an. Okeeh!
klo mo ambil langsung juga mboleeeeh… 
I love you pull
Apdet:
Menanggapi pertanyaan2 yg muncul.
Miiko ini komik serial ga bersambung. Jadi bisa dibaca acak. Dan satu komik terdiri dari beberapa cerita tamat 
Mirip komik Doraemon geto
Tags:
Kado Istimewa,
komik gratis,
Miiko,
Miiko 19
Bergunjing.
Orang-orang bergunjing. Tentang seorang wanita yang merengek di kaki suaminya. Suaminya bergegas pergi. Anaknya menatap bisu. Itu 20 tahun yang lalu.
Hari ini orang-orang bergunjing. Tentang seorang anak yang merengek di kaki bapaknya. Bapaknya bergegas pergi. Ibunya menatap bisu.
Ibu itu, anak yang menatap bisu 20 tahun yang lalu.
Cerita diatas adalah karya pertamaku yang mengikuti pakem fiksi mini. Dibuat karena jatuh hati dengan postingan2 fiksi mini karya mas Agus Noor (salah satu dari segelintir sastrawan Indonesia yg karyanya sudah bertebaran dimana-mana
) Simak saja salah satu karyanya yg menurutku imajinatif, ending tak bisa ditebak, pula ‘nakal’
Api Sinta
Sinta berdiri di tepi api penyucian yang berkobar. “Masuklah..,” ujar Rama.”Bila kau belum terjamah Rahwana, api itu akan menyelamatkanmu.”
Sinta menatap pangeran tampan itu dengan mata berkaca-kaca, sebelum akhirnya terjun dalam kobaran api. Semua yang hadir begitu lega ketika menyaksikan api itu perlahan padam: tubuh Sinta tak terbakar.
Hanya kedua payudaranya yang gosong.
Fiksi mini, menurut definisi beliau adalah ‘fiksi dengan kata tidak lebih dari 50kata, ada jg yg masih toleran bila jumlahnya 100kata‘. Bahkan penulis kaliber Ernest Hemingway cukup menuliskan :
For sale: baby shoes, never worn.
Enam kata!. Salah satu karya terbaik Hemingway yang lahir karena Ernest bertaruh dengan rekannya: bahwa ia mampu menulis novel lengkap dan hebat hanya dengan enam kata.
IT IS!! Singkat, jelas, padat, dan membekas lama karena menyisakan sesuatu yang ‘menggantung’ yang harus dijawab bukan oleh tuturan penulisnya, tapi oleh imajinasi pembacanya.
Hanya saja, karena keterbatasan kata yang digunakan dalam sebuah fiksi mini, rasanya agak-agak rancu dengan sebuah puisi.(Terus terang, membingungkan)
Syukurlah, (waktu pertama aku blogwalking belum ada) akhirnya mas Agus menyempatkan diri untuk menulis sebuah postingan yang mengulik habis fiksi mini. Fiksi mini menyuling cerita menyuling dunia. Postingan ini tidak saja menjawab cara membedakan sebuah fiksi mini dengan puisi, tapi juga sejarah fiksi mini, namanya di berbagai penjuru belahan dunia, dan cuplikan fiksi mini penulis2 senior lainnya. Penjelasannya sangat jelas dan mencerahkan.
Dan kalaupun ternyata masih ada yg ingin ditanyakan atau didiskusikan, jangan ragu2 untuk mengontak mas Agus, beliau sangat welcome dan supporting kita untuk tetap bersemangat menulis, sekalipun kita seorang newbie dengan karya acak adut
<== newbie itu gw maksutnye. Pertanyaan2ku dan juga ‘bergunjing’, tidak saja langsung dijawab keesokan harinya, tapi juga diedit dan didukung!
Ada suprise, dan imajinasi, dalam fiksi minimu itu: kita bisa membayangkan adegan incest dalam keluarga itu, sesuatu yang mendebarkan, yang mengerikan, dalam cerita yang sependek itu. nah berarti sudah ada kekuatan dalam fiksi minimu itu.
Tinggal kamu belajar cara berbahasa yang efektif. Singkat padat, tapi luas dan imajinatif. karena itulah prasarat utama fiksi mini: ringkas, tangkas, tapi cerdas dan seperti hamparan imajinasi yang luas.
AN
Beliau sangat membumi deh. So, selamat membaca, selamat berkenalan dengan fiksi mini, dan selamat berimajinasi…
Bunda
Subuh jam lima pagi, gadis kecil berwangi sabun menyongsong wanita berok mini, bermake-up tebal dan nampak kelelahan.
“Bundaaa…”, lantas mereka berpelukan lalu berciuman lalu tertawa. Haru.
Ada memar membiru di leher bundanya. Juga jakun.
Ahh gilaa, berminggu-minggu tidak apdet karena kesibukan yang bejibun (alesan…alesan…). Harus bagi-bagi perhatian ke kantor, ke misoa, ke kerjaan sampingan, ke temen-temen. Jadi klo ada waktu dikiiiit aja, dipake bobok laah haha, keblug gitu lho. Apa lagi si emak datang, berlebaran di Bandung critanya.
Ini pertama kalinya emak dateng berkunjung ke Bandung (lagi) setelah daku menikah n pindah rumah. Membawa oleh-oleh yang cuma seorang ibu bisa kepikiran. Mangga, bawang merah, bawang putih, daun salam dan rempah-rempah, kecap sampai keukeuh mau bawa parutan (yang terakhir aku tolak cepet-cepet, ugh marut! mending beli di selepan hehe…) Dan pertama kali pula aku dan emak sholat idulAdha di sebuah masjid perumahan. Kesan pertama, ruamee!!
Ruame dengan anak-anak kecil. Maklumlah namanya juga perumahan baru, di perkotaan pula, biasanya isinya pasangan2 muda dengan 1-3 anak yang ga lebih dari 12 tahun. Aku duduk sebaris dengan emak dan seorang ibu muda dengan dua anak yang masih balita (emak ditengah-tengah). Dua balita itu lucu-lucu, kakaknya laki-laki, dan adiknya perempuan (giginya cuma dua hehe). Aku sih ga terlalu merhatikan mereka, malah sibuk ngeliatin kawat gigi mbak2 didepanku yang sedang menggosip, sampai emak towel-towel dan bisik-bisik, “eh, liat… liat…,” emak menunjuk ibu disebelahnya dengan sembunyi-sembunyi. Aku ngelirik, ibu muda itu sedang mengangkat tangan kanannya didepan si kakak, jari tengah, manis dan kelingking-nya mencuat, sedangkan telunjuk dan ibu jarinya mengatup pelan-pelan.
“Ngapain dia mak?”
“Ngajarin anaknya… ”
“Hah!”, aku memperhatikan lebih lama, sunyi…
Tiba-tiba si kakak tereak “ibuuu, ibuuu, itu mbek, itu MBEEK!!” dan si ibu kembali mengangkat tangannya dengan telunjuk dan ibu jari mengatup pelan-pelan, kali ini sambil berbicara tanpa suara “pelan-pelan ngomongnya”. Sabar banget itu ibu! Dan si kakak juga patuh.
emak nyeletuk “ngerti?”
“ho oh”
“hehehe… ibu itu ngajarinya lucu juga. dan bener, ngajari anak ngomong pelan-pelan ya harus ngasih contoh dengan ngomong lembut!”
halah si emak kayak yang ngomongnya lembut aja :p
Eh ladalah si kakak tereak-tereak lagi, maklumlah namanya juga anak-anaknya. Tapi kali ini ibunya sedang repot mengelap wajah adiknya yang belepotan makanan jadi sementara ngebiarin si kakak.
Dan rupanya emak menyadari banget untuk tidak melewatkan kesempatan beraksi. Dia memandang si kakak, mengangkat tangannya (ala tukang sulap),daaaan… mengatupkan telunjuk dan jempol dengan pelan (tak lupa mencuatkan jari2 yang lain).
Alamakjak!! oma-oma gila!
Cep! si kakak langsung diam!!
Emak towel2 diriku, masih tetap memandang si kakak tampak takjub “‘eeehh berhasil…berhasil…!”
buahaha… ya iyalaah jangankan si kakak yang langsung nginyem, aku aja bengong.
Sadar-sadar aku dan emak sudah cekakak cekikik kecil. Eeee si ibu menoleh. Kok ya bisa barengan aku dan emak menghapus cengiran dan menggantinya dengan senyum sopan (si emak malah basa-basi nanyain umur si kakak, halah!
). Tapi waktu ibu itu ngadep anak-anaknya lagi, kita ya cekikik lagi, semakin keras aja, jadi aku mengatupkan telunjuk dan jempol di depan idung emak, “ga mempan” adalah jawaban emak, hahaha.
ehm ehm, inti postingan ini adalah, keblug sedang sibuk… doakan semua lancar yaa…
Hai hai, buat kamu yang mau jalan-jalan ke spore dan sedang mengumpulkan informasi, disini aku mau sharing pengalamanku, tapi karena aku juga pemula, lebih dan kurangnya tulisan ini mohon maklum ya. Semoga bermanfaat
Hal yang musti disiapin pertama kali sebenernya paspor kali yaa, tapi kalo kami-kami ini kebalik, tiket pesawatnya yang duluan hehe…
Trik untuk mendapatkan harga special pake telor yaitu dengan membooking tiket jauh-jauh hari plus selalu memantau promo-promo yang ditawarkan maskapai yang melayani route ke Spore.
Ok, jauh-jauh hari itu artinya bisa jadi hari H minus 4bulan hahaha…lama memang, tapi dibikin enjoy aja, itung-itung memberi waktu untuk menumpuk ‘bekal‘, mencari info, mengurus paspor dan apartemen. Dan asli, mendapat tiket murah itu kepuasannya tak terkatakan. Bdg-Spore-Bdg total yang kita bayar hanya 350.000 perorang! Hoki!
*bisik-bisik, inilah alasan utama knp kita beli tiket duluan baru mikir bikin passpor, soalnya niat pertama sih kami mo ke dufan. Tiba-tiba dapet info kursi gratisan di maskapai ini, spontan langsung banting setir hihihi
Langkah kedua (yang secara teori seharusnya langkah pertama) Menyiapkan dokumen.
Satu, paspor. Ngurus sendiri aja, cuma 270rb sekian (bikin ke agen harganya 2x lipat).
Dua, fotokopi NPWP dan KTP. Dua fotokopi ini nantinya diserahkan di loket fiskal biar kita masuk sporenya GRATIS!! wkwkwk… kalo lupa belum potokopi, sante aja, diloket yang sama, dia menyediakan layanan potokopi kok (1000perak/lembar). Ohya sisipkan 75.000 di dompet untuk airport-tax.
Langkah ketiga, booking penginapan.
Penginapan di Spore tersebar dimana-mana. Pilihannya juga beragam, hotel-hotel di pusat keramaian (temen aku nginep di salah satu mall, tapi lupa lagi di mall mana, nanti deh klo ada yg mo nanya, aku bantu nanyain), backpacker hotel (sempat melihat di daerah Chinatown), capsule-room (denger-denger di daerah Orchard Rd tapi belum pernah lihat sendiri), atau apartemen.
Karena kami-kami perginya banyakan, temen-temen memutuskan, apartemen lah yang paling ideal untuk tempat kami berteduh (syaah!). Selain bisa memanfaatkan dapur untuk masak sendiri (irit-irit-irit), apartemen ini bisa menampung banyak kepala sekaligus, jatuhnya MURAH!!
Untuk 3hari 2malem, kita cuma perlu keluar uang S$60 per orang. Ehm, ehm, asyik kan?
Apartement kami tempatnya enak, karena deket dengan Novena Square2 (deket pusat kota), deket akses MRT dan pemiliknya orang indonesia yang sumpaah ramah bangeeed. Alamatnya Casa Irrawaddy, Irrawaddy road no 61.
Depan Novena Square ada pertigaan, belok kiri. Irrawaddy Rd.

Novena square

Irrawaddy road

Casa Irrawaddy

Tampak depan Casa Irrawaddy
huaah itu keblug!! *nunjuk-nunjuk yang bajunya se-tema dengan web ini
)
Warning! depan casa Irrawaddy ini ada pentagonnya Spore. Ati-ati klo taking picture di daerah ini!!.
Naaah, sudah semua? Ayo, packing!
Sekedar masukan buat packing:
Spore terletak di daerah pantai, udaranya mirip-mirip Jakarta lah. Packingnya cukup baju2 tipis dan casual. Jaket optional buat jaga-jaga klo ga kuat AC pesawat (seperti dirikuh :”>). Payung wajib untuk bulan-bulan ini karena sedikit2 ujan, trus panaas terik. Terakhir jangan lupa alas kaki yang nyaman. Buat persiapan jalan kaki kemana-mana sampai gempoooor! hahaha…
Next blogging, MRT Singapore.
Tags:
casa irrawaddy,
irrawady road,
jalan-jalan murah,
novena,
passpor,
singapore,
tiket murah
Tahu siapa ketua MPR yang baru?
Mbuh, jangan tanya. Tidak ada hubungan denganku. Lebih baik tanya harga Chanel.
Baiklah, berapa harga chanel?
Preet, THR-ku cuma mampu beli Viva.
Eh, bos datang. Pasti sedang bertengkar dengan istrinya. Aku mencium aroma kecut. Sudah dua hari dia tidak ganti baju. Tolong lihatkan dia sedang apa. Apa sudah menyalakan komputer? Apa sudah tenggelam dalam chatting? Bagus itu bengeud*-nya seperti menelan blimbing wuluh. Pasti melanjutkan pertengkaran. Syukurlah, aku mau isi TTS. Sekarang pergi aku sedang sibuk.
Isi TTS kok jawabannya googling?
Diam! Kompas tidak tahu. Doakan saja aku menang.
*bengeud= ra’imo
Alkisah (tapi beneran) dua orang ABKD (anak baru kepala dua hihihi…) bersahabat, seorang diantaranya temen aku, dan seorang lagi temen aku juga heuheuhe. Ok, ok serius, seorang yang sedang bermasalah dengan pacarnya sebut saja Neng, dan seorang lagi sobat kental Neng orang yang terpercaya mendengar semua curahan hati Neng, sebut saja Kay.
Suatu hari Neng dan pacarnya Koplo (masih keneh temenku) bertengkar hebat, email bersahut-sahutan, sms berbalas-balasan mulai dari kantor sampe si neng melarikan diri ke rumah KAY. Kepala panas, hati panas, segala sumpah serapah meluap!
Puncaknya Koplo mengirim pesan “A’ MAU BUNUH DIRI!!!”
:horee: seru! seru!
Berderailah airmata si Neng, gemetarlah seluruh badannya sesenggukan di pojok kamar Kay, siyok!.
“Kay, si aa’ huhuhu… mau hiks bunuh diri huhuhu… hiks hiks, huhu gimana ini kay huhuhu… hiks!”
Kay yang berkepala dingin (teteh is really proud of you, Say!) tak tega melihat sobat karibnya sedih dan kebingungan dan tidak mampu berbuat apa-apa kecuali menangis, sesenggukan, menangis lagi, dengan tegas berkata “tetap di kamar!”.
Kay keluar dan kembali membawa 2 helm!
“Ayo, Kay antar Neng ke rumah Koplo! sekarang!”
Neng menggeleng-geleng sambil sesenggukan “Neng ga mau, ga mau!”
“Neng mikir yaa, Neng disini juga ga bisa ngapa-ngapain, apa Neng mau sepanjang malam disiksa perasaan? disiksa pikiran? kita kesana, ngomong baik-baik, nanya baik-baik, mau si Koplo apa!”
tapi Neng sepertinya benar-benar sudah dikuasai emosi, cuma bisa menatap helm. Akhirnya Kay juga yang memasangkan helm ke kepala si Neng.
Jam sembilan malam, Kay meluncur membelah bandung demi kebahagiaan Neng dan Koplo! demi Koplo supaya ga melakukan hal bodoh!
Dan sampailah Kay di depan pintu kosan Koplo,
“assalamualaikum”
“Waalaikumsalam, eh Kay!?” Koplo menyapa nampak surprise!, dan berubah malu saat Koplo melihat Neng di belakang Kay
“Lagi ngapain?” Kay to the point.
“..err.. lagi MAIN GAME BOLA!” Koplo memandang Neng sembunyi-sembunyi
Jadi, berbaliklah Kay menatap si Neng, “bunuh diri? MAKAN TUH BUNUH DIRI!!”
jiakakaka, aku ngakak pol diceritain mereka tuh, Neng malu, Koplo malu, Kay geleng-geleng dan disinilah aku (pemain figuran) ngakak-ngakak. Lagian cowok pake ngancem bunuh diri? iiih ilpil deh!
Tapi biarlah mereka malu ku ketawain, paling tidak (semoga) si Neng belajar, Jangan asal percaya ancaman lewat SMS, waspadalah waspadalah!, udah kita nangis bombay segala diratapi, eeh yg diratapi maen game bola!
dan (semoga) si Koplo juga belajar, Gentle dong jadi Cowok! besok-besok gih, mau ngancem bunuh diri lagi? gak mempan jek, Telen tuh bunuh diri SOLANGAN!
heuheuhe…
Nguayaa, rumah seuprit pake pembantu!
eiitss bukan ngguaya, cuma mesugih aja hahaha…
Abis pembantu kan butuh, biar rumah bersih, trus ada yg ngejagain blenderku biar ga diculik miyabi maling, trus ada yang masakin, dan tentu saja supaya tujuan mulia membantu masyarakat sekitar yg kebetulan punya keahlian tapi nda ada yg nawarin kerja, tercapai!
*siap-siap jadi caleg!
Hari pertama, si bibi rajin banged!
ya nyapu, ngepel, nyuci, seterika, masak nasi, sampe nanem pekarangan pake bunga yang dia bawa sendiri.
senang dong hatiku punya partner yang rajin dan inisiatif kerja, berasa bakal cocok nih sampe tua (halah lebay! hehehe…), cuma ya itu…, kue hantaran kok tiba-tiba aja menciut drastis. ya nda papa se, mungkin karena masih dalam ’semangat lebaran’ hakakaka
Hari kedua, nitip ngebersihin kamar yang amburadul kayak abis perang (ato emang baru perang?), gile dah, daku pulang itu kamar udah cling, sampe ke DALAM LEMARI BAJU! ampuuun…! ngelus dada ’sabar…sabar…’, nih bibi bablas amat ngerapihinnya yak! (ga suka orang baru kenal lancang ngubek-ngubek barang pribadi
) biarpun emang itu lemari kagak ada barang berharganya ( secara emas gw masih dipegadaian ihikihik… ) tapi tetep aja aku ga suka! beda klo si bibi itu adek sendiri misal, ato sobat deket, jung!
Hari ketiga, nitip dimasakin urap! bujubuneng, abis minyak goreng setengah botol (botol sedang sih tapi kerasa banget curiousnya, laah sejak kapan klapa urap-urap direndem minyak banyak? ato jangan2 si bibi nenggak minyak goreng buat selingan? udah gw cari-cari bekas minyak sisanya, kagak ada tuh ckckckck!
Hari keempat, si bibi datang bawa buntut, cucunya, dia bilang si bocil di bawa soalnya di rumah kagak ada yang ngurus. ibunya lg ga ada. ya udah gw maklumin, emang tega klo ninggalin anak kecil sendirian?
Dan gue pulang mendapati kue lebaran mede-coklat tinggal 9 biji (kayak kebakaran jenggot, kita bedua- gw dan suami-cepet2an ngabisin daripada kagak kebagian hahahaha…), kue keju tinggal 2 lapis didasar toples, puding kopi habis sprapat loyang, dan oreo, si bibi masih baik ngenyisain 4 keping!
Huuf.. gw menghela nafas masgul tapi kagak ngelus dada lagi cukup gantian ngelus dada si mas… kegelian-kegelian deh!
Hari ini hari ke lima… pasrah aja dah, banyak2 berdo’a (Ya Allah ilhamkan si bibi untuk nyisain kue keju yaa…) jiakaka…
N.b
sengaja ngeganti ‘aku’ pake ‘gue‘, biar agak-agak sophisticated gitu, kan ceritanya aku pamer bibi…
*hoek!
Halo sayang ….
Bram : ‘ibunya (cewek si bram-red) minta emas, 100gr!
keblug : LOL, mahal amat, kapan kawin?
Bram : mbuh!
keblug : LOL, kacian deh, aku aja cuma 3,8gr
bram : gw bisa dapet 30 cewek dong hahaha…
keblug : asem ik!
bram : LOL
keblug : eh, eh, knp ga mulai aja nyicil emas dari sekarang, klo dah niat nikah mah insyaAllah rejeki dateng darimana aja 
bram: mang emas bisa dicicil?
gubraks, telaaat!
Sekarang, buat yang mau investasi emas, pegadaian syariah membuka program MULIA (Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi). Dimana masyarakat umum bisa memiliki emas lantakan dengan berat yang disesuaikan kebutuhan.
Mau 4.25gr, 5gr, 10gr? mangga!
25gr, 50gr, 100 gr? ada
250gr, 1kg!? mBOLEEE
Kadarnya? 99,99% bo’!
Mantebp yaa!?
Nah, emas dari MULIA ini selain bisa dimiliki secara tunai bisa juga didapet dengan mengangsur alias menyicil.
Begini simulasinya [sumber : brosur pegadaian]
Nasabah membeli 1 (satu) keping LM (Logam Mulia) seberat 25gr kadarnya 99,99%
Asumsi harga 25gr emas = Rp 7.813.500
Cara membeli tunai:
Harga + % margin + Administrasi
= Rp 7.813.500 + (Rp 7.813.500 x 3%) + Rp 50.000
= Rp 7.813.500 + Rp 234.405 + Rp 50.000
= Rp 8.097.905
Cara membeli dengan angsuran 6 bulan:
= Rp 7.813.500 + (Rp 7.813.500 x 6%)
= Rp 7.813.500 + Rp 468.810
= Rp 8.282.310
Uang muka 25% = Rp 2.070.578
Administrasi = Rp 50.000
Pembayaran awal = Rp 2.120.578 (opini pribadi : uang mukanya masih gede euy
)
Sisa pembayaran = Rp 8.282.310 – Rp 2.070.578
= Rp 6.211.732
Angsuran = Rp 6.211.732 / 6 = Rp 1.035.289/bulan
Untuk kota Bandung, belinya :
setahu aku, di Pegadaian Syariah di situsaeur Jln Kopo no 95 Bandung, Telp 022-5202668
atau di Pegadaian cabang Sarijadi!
Persyaratannyagampang, cukup:
- Ganteng Menyerahkan KTP/identitas resmi
- Mengisi formulir aplikasi
- Menyerahkan uang muka
- Menandatangani Akad mulia
dan, Mulai deh menyicil, kalau sudah lunas semua tanggungan, silahkan emasnya dibawa pulang. 
Nah, beberapa catatan di luar brosur [sumber: teman] :
MULIA hanya ada di pegadaian Syariah. Angsuran bisa dipilih mulai dari 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan sampe 24 bulan. Dengan margin pukul rata 1% per bulan. Kalo di angsur 12 bln, ya marginnya kali 12%, begitu juga kalau 24 bulan, kalikan saja marginnya dengan 24%
. Menurutku ini hal positip, krn artinya pembayaran cicilannya flat! ga kena inplasi
Catatan dari pengalaman aku [sekaligus masukan untuk pegadaian nih, demi kebaikan bersama, tolong jangan kasuskan aku seperti bu prita yaa... :nyerah: ]:
- Bawa fotokopi KTP sendiri!! penting! kalo enggak, kita musti potokopi juauuh, ruibet!
- Cari cabang paling dekat untuk melakukan akad jual beli.
FYI, pegadaian belum memiliki jaringan pembayaran terpadu. Jadi kalo sudah membeli emas di cabang A, ya harus di cabang itu terus ngebayarnya.
- Selalu bawa uang cash, di pegadaian, kita ga bisa gesek
Semoga bermanfaat ya temans
dan buat Bram, ndang tuku-o, ndang kawin selak karaten hahaha…
Ohya, aku ga dibayar se-sen pun untuk memposting tulisan ini lho.
Asli, murni! sekedar berbagi pengalaman, siapa tahu bisa membantu kesulitan teman di ranah maya ini :hahaha:
Tabik!
« Previous Entries